Sejarah dan Manfaat PLC

Sejarah dan Manfaat PLC

pls schneider

Sebelum ditemukannya teknologi PLC, sistem kontrol, sequencing pada industri otomotif mereka menggunakan teknologi relay, timer cam, drum sequencer dan kontrol loop tertutup. Dengan teknologi lama diperlukan komponen yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan untuk satu sistem kontrol di industri manufaktur. Sehingga saat terjadi perbaikan atau memperbaharui proses diperlukan komponen pengganti dan waktu yang lama untuk memperbaikinya.

Pada tahun 1968 GM Hydra-Matic yang merupakan Divisi Transmisi Otomatis dari General Motors mengeluarkan proposal untuk memperbaharui sistem elektronik pada sistem programming hardwired relaynya, sesuai dengan proposl yang ditulis oleh Edward R Clark. Setelah dilakukan tender akhirnya proposal dari Bedford Associates yang memenangkan tender itu. Dari proyek itu lahir PLC yang pertama dan diberi nama 084 karena proyek ini adalah proyek ke-84 bagi Bedford Associates. Dari proyek ini kemudian Bedford Associates mendirikan perusahaan baru yang bergerak pada pengembangan, manufaktur, penjualan dan melayani produk PLC pertama ini. Perusahaan ini dinamakan MODICON, kependekan dari MOdular DIgital CONtroller. Salah satu orang yang bekerja di MODICON adalah Dirk Morley, yang kemudian disebut sebagai Bapak PLC. Salah satu model pertama 084 dipajang di markas Modicon di North Andover, Massachusetts. Pengguna terbesar PLC adalah industri otomotif.

Pada awalnya PLC didesain untuk menggantikan sistem Logic Relay. PLC ini diprogram dengan pemrograman Ladder Logic, yang sangat mirip dengan skematik diagram relay logic. Sistem pemrograman ini dipilih untuk mengurangi training pada teknisi yang ada saat itu yang sudah terbiasa dengan skematik relay logic. Selain menggunakan relay logic, PLC pertama saat itu juga menggunakan pemrograman Instruction List berbasis Logic Solver.

Tetapi kini PLC modern sudah diprogram dengan berbagai bahasa pemrograman turunan dari Ladder Logic seperti pemrograman BASIC dan C. Metode lain menggunakan State Logic yang merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang didesain untuk program PLC berdasarkan diagram State Transition.

PLC pertama hingga pertengahan tahun 90-an diprogram dengan pemrograman panel atau pemrograman terminal khusus yang umumnya berupa tombol yang menunjukan berbagai fungsi pada program PLC. Tampilan pemrograman terminal untuk element program PLC ditampilkan dalam simbol grafis. Sedangkan karakter ASCII mewakili kontak, koil dan kabel. Program PLC ini disimpan dalam kaset sehingga fasilitas penyimpanan sangat minim karena keterbatasan memori.

PLC modern kini sudah diprogram menggunakan software pada personal komputer yang simbol logic nya sudah dalam bentuk grafik sedang sebelumnya menggunakan simbol karakter. Komputer terhubung ke PLC melalui kabel Ethernet, RS-232, RS-485 atau RS-422. Sehingga pemrograman dan editing bisa dilakukan dari komputer tidak harus ke panel PLC nya. Biasanya software ini juga dilengkapi dengan fungsi debugging dan troubleshooting. Ada juga sistem kontrol yang bisa diprogram, program ini ditransfer dari komputer ke PLC dengan chip yang bisa dilepas seperti EEPROM atau EPROM.

Setelah bertahun-tahun fungsi PLC berkembang untuk mengontrol sekuensial relay, kotrol gerakan, sistem kontrol terdistribusi, kontrol proses hingga kontrol jaringan. Kemampuan PLC kini sudah setara dengan komputer yang berfungsi untuk penanganan dan penyimpanan data, pengolahan daya atau energi dan untuk komunikasi. Untuk di industri berat PLC memiliki kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan komputer, karena komputer tidak dirancang untuk perubahan suhu, kelembaban, dan getaran tinggi di lingkungan industri berat.

===

Anda memerlukan jasa pemrograman PLC?
Contact PT Tugu Sena Sinergi 

By Deny Rifai